Minggu, 25 September 2011

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KECAMBAH


Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN dan PERKEMBANGAN KACANG HIJAU.”
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis mengalami banyak kesulitan maupun  hambatan, namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kepada para pembaca untuk senantiasa memberi masukan, kritik dan saran guna kesempurnaan makalah  ini.
Keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan semua pihak yang telah banyak memberikan dorongan dan bimbingan kepada penulis. Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak yang telah memberikan sumbangsih pemikiran, bantuan materi maupun moril.
Akhirnya penulis mengharapkan semoga makalah yang sederhana ini dapat berguna bagi perkembangan dunia pendidikan baik di masa sekarang maupun yang akan datang.
Pangkep, 2 Agustus 2009
                                                                                                   Penulis



BAB I  :  Pendahuluan
           A. Latar belakang. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 
           B. Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .6
           C. Teori . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
BAB II :  Tujuan dan Manfaat Penelitian
         A. Tujuan penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
         B. Manfaat Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
BAB III : Metode Penelitian
          A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan . . . . . . . . . . . .  9
          B. Alat dan Bahan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  9
          C. Cara Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
          D. Populasi dan Sampel . . . . . . . . . . . . . . . . . . .10
          E. Variabel . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10
BAB IV : Hasil dan Pembahasan
A.  Hasil Pengamatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .11
B.  Pembahsan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .12
BAB IV : Penutup
A.  Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .13
B.  Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13
Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .






PENDAHULUAN

Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan seiring.

”Pertumbuhan” adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula) kerena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel ; dapat pula disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat di ukur dan dinyatakan secara kuantitatif, contohnya pertumbuhan batang tanaman dapat diukur dengan busur pertumbuhan atau auksanometer.

Perkembangan” adalah pertumbuhan menuju kedewasaan suatu organisme atau terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.

Setiap makhluk hidup selalu mengalami pertumbuhan, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Pertumbuhan secara kualitatif, artinya dari kecil tumbuh menjadi besar. Adapun pertumbuhan secara kuantitatif, maksudnya tumbuh dari satu menjadi banyak.

Perkembangan awal suatu tumbuhan secra garis besar melalui tiga tahap, yaitu:
1.  Pembelahan sel
Zigot di dalam biji tiumbuhan mengalami pembelahan sel mitosis membentuk jaringan embrional.
2.  Morfogenesis (perkembangan bentuk)
Embrio yang terbentuk di dalam biji memiliki kotiledon dan akar serta tunas rudimenter. Sesudah biji berkecambah, akar dan tunas rudimenter tersebut akan berkembang membentuk sistem akar dan tunas tumbuhan. Proses ini dinamakan morfogenesis.
3.  Diferensiasi seluler.
Diferensiasi adalah proses yang menjadikan sel memiliki fungsi-fungsi biokimia dan morfologi khusus yang sebelumnya tidak dimiliki.

Jika sistem organ telah terbentuk, organisme akan mengalami pertambahan volume. Hal ini terjadi karena sel terus mengadakan mitosis dan sel mengambil bahan-bahan yang diperlukannya dari lingkungan.

Proses pertumbuhan dan perkembangan ditentukan oleh interaksi antar faktor internal (gen dan hormon) dan faktor lingkungan, misalnya suhu, oksigen, cahaya, kelembapan dan makanan.

Lingkungan dan media tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Untuk selanjutnya, dalam laporan hsil penelitian ini akan diuraikan tentang pengaruh keduanya pada pertumbuhan kecambah yang dilakukan melalui sebuah percobaan.

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman Leguminosaeyang cukup penting di Indonesia. posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah.
Sampai saat ini perhatian masyarakat terhadap kacang hijau masih kurang. Kurangnya perhatian ini diantaranya disebabkan oleh hasil yang dicapai per hektarnya masih rendah. Di samping itu, panen kacang hijau ini harus dikerjakan beberapa kali.

Peningkatan produksi kacang hijau dilakukan dengan cara memperbaiki kultur teknis petani, mendapatkan varietas-varietas yang produksinya tinggi dan masak serempak, serta peningkatan usaha pasaca panen.

Dari segi agronmis dapat dilakukan dengan tindakan pemupukan dan pengaturan jumlah populasi, jarak tanam, sanitasi, pengendalian hama dan penyakit tanaman.


1. A.  LATAR BELAKANG

Tanaman merupakan mahluk hidup yang sangat bermanfaat dan mempunyai chiri khas tersendiri. Kebanyakan tanaman dibudidayakan atau tumbuh secara alami di tanah. Tanaman tidak dapat tumbuh tanpa adanya media tanam. Tanaman dapat menimbulkan reaksi pertumbuhan berbeda pada media tanam yang berbeda pula. Dewasa ini tanaman tidak hanya dapat tumbuh pada media tanam tanah tapi juga dapat tumbuh dengan media tanam lain, sabut kelapa, sekam, atau dengan istilah hidroponik, yang mana system hidoponik ini mempunyai kelebihan tertentu daripada tanah. Tapi dalam hal ini kami mengambil perbandingan antara media tanam tanah dan sekam padi.
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman Leguminosaeyang cukup penting di Indonesia. posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah.
Sampai saat ini perhatian masyarakat terhadap kacang hijau masih kurang. Kurangnya perhatian ini diantaranya disebabkan oleh hasil yang dicapai per hektarnya masih rendah. Di samping itu, panen kacang hijau ini harus dikerjakan beberapa kali.


Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini.

ý  Divisi : Spermatophyta
ý  Sub-divisi : Angiospermae
ý  Kelas : Dicotyledoneae
ý  Ordo : Rosales
ý  Famili : Papilionaceae
ý  Genus : Vigna
ý  Spesies : Vigna radiata atau Phaseolus radiatus

Morfologi Tanaman Kacang Hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu.
Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua.
Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.
Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji.
Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.


1. B.  RUMUSAN MASALAH

Tanaman mempunyai berbagai jenis. Salah satu jenis tumbuhan yang bermanfaat terutama untuk dikonsumsi adalah kacang hijau dan kecambahnya dapat tumbuh dengan cepat.
a)    Bagaimanakah pengaruh media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau  ?
b)   Media tanam manakah yang lebih baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan  kecambah kacang hijau..?  Apa penyebabnya ?


1. C.  TEORI

”Pertumbuhan” adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula) kerena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel ; dapat pula disebabkan oleh keduanya.

Perkembangan” adalah pertumbuhan menuju kedewasaan suatu organisme atau terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.

Pertumbuhan pada tanaman dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi pada titik tumbuh primer (utama), yaitu ujung batang dan ujung akar. Pertumbuhan primer terjadi secara vertikal berupa pertambahan panjang ujung batang dan ujung akar. Adapun yang dimaksud dengan Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang terjadi pada kambium. Pertumbuhan sekunder terjadi secara horizontal berupa pertambahan besar lingkar batang tanaman.

Proses pertumbuhan dan perkembangan ditentukan oleh interaksi antar faktor internal (gen dan hormon) dan faktor lingkungan, misalnya suhu, oksigen, cahaya, kelembapan dan makanan.

Lingkungan dan media tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Media tanam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perbanyakan tanaman dan pertumbuhan awalnya. Agar pertumbuhan bibit dapat baik, media tanam diharapkan mempunyai sifat-sifat sebagai:
*      Media hendaknya gembur agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan akar dapat leluas menembus.
*      Kelembaban media harus cukup dan ini dapat diatasi dengan penyiraman, karena air sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
*      Media hendaknya bersifat sarang sehingga oksigen dapat masuk untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
*      Media hendaknya bebas dari gulma, nematoda dan berbagai penyakit.
*      Media hendaknya mengandung hara yang diperlukan bagi tanaman.

Berdasarkan persyaratan tersebut diatas maka media yang digunakan adalah pasir, tanah, sekam padi, dan pupuk kandang.

Media tanam berfungsi sebagai tempat akar melekat, mempertahankan kelembaban dan sebagai sumber makanan. Media yang baik dapat menyimpan air untuk kemudian dapat dilepaskan sedikit demi sedikit dan dimanfaatkan oleh tanaman.

Meskipun kerusakan tanah dapat dicegah dengan memperbaiki struktur tanah tetapi penggunaan pestisida dan conditioner dalam sekala besar tidak dapat dibenarkan. Hal ini dapat mempengaruhi dalam hal konservasi tanah dan penyerapan nutrisi dalam tanah.

Unsur-unsur yang penting dan harus tersedia adalah N,P,K. N berfungsi mempercepat pertumbuhan klorofil ,menambah lebar daun, besarnya benih. Dosis yang digunakan tergantung pada varietas benih dan keadaan tanah. Pupuk P berfungsi untuk pembentukan akar, pertumbuhan tanaman, menstimulasi pembentukan buah dan mempercepat panen. Unsur P berpengaruh untuk kandungan total benih terutama dalam bentuk Fitin. Fitin berfungsi sebagai cadangan fosfor dan untuk pemeliharaan energi yang diperlukan untuk perkecambahan.

Media tanam dapat didefinisikan sebagai kumpulan bahan atau substrat tempat tumbuh benih yang disebarkan atau ditanam. Media tanam banyak macam ragamnya, dapat merupakan campuran dari bermacam-macam bahan atau satu jenis bahan saja asalkan memenuhi beberapa persyaratan, antara lain cukup baik dalam memegang air, bersifat porous sehingga air siraman tidak menggenang (becek), tidak bersifat toksik (racun) bagi tanaman, dan yang paling penting media tanam tersebut cukup mengandung unsur-unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman.

Disamping memberikan dukungan secara fisik pada tanaman, tanah merupakan sumber mineral dan air bagi tanaman. Kondisi tanah dan mineral dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Lingkungan atmosfer harus tersedia pada kedalaman yang cukup dalam tanah sehingga akar tanaman dapat memperoleh


oksigen yang dibutuhkan untuk respirasi secara langsung dari udara.


TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

  2. A.   TUJUAN PENELITIAN

Meneliti pertumbuhan biji kecambah kacang hijau di media yang berbeda dalam hal ini media tanam tanah adan sekam padi bertujuan untuk mengetahui sebesar apakah pengaruh media tanam dan juga mencari media tanam yang sesuai bagii pertumbuhan kecambah.

  2. B.   MANFAAT PENELITIAN

Media tanam merupakan unsur pokok pertama dalam pertumbuhan tanaman (bukan biji, red). Media tanam yang berbeda mempunyai unsure hara yang berbeda (mineral). Antara satu dengan yang lainnya.Penelitian ini diharapkan mampu mengetahui pengarah media tanam terhadap pertumbuhan biji kecambah kacang hijau. Selain itu dengan penelitian ini dapat membedakan mana media tanam yang baik bagi tumbuhan tidak hanya daun suji dan juga dapat mengetahui kelebihan masing- masing media tanam. Terutama media tanah dan sekam padi.
METODE PENELITIAN

III. A.   WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Praktikum ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pangkajene. Praktikum dilaksanakan dari tanggal 26 Juli hingga  31 Juli  2009.

III. B.   HIPOTESIS
Bahwa mwdia tanam selain tanah mampu menumbuhkan tanaman dengan baik, walaupun ada saatnya tidak sebaik dengan media tanam tanah. Media tanam tanah merupakan media yang penuh dengan unsur hara, dan juga oleh mikroorganisme yang dapt mengganggu pertumbuhan tanaman. Media tanam selain tanah ternyata dapat menghindari infeksi oleh mikroorganisme yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman dapat teratur dan bebas hama, dan perawatan yang lebih mudah.

III. C.   ALAT DAN BAHAN
  •    Wadah (gelas plastik)                                           4 buah
  •     Mistar 30 cm                                                          1 buah
  •     Paku                                                                         1 buah
  •    Label                                                                        4 lembar
  •    Kacang hijau                                                           24 biji
  •   Tanah                                                                      secukupnya
  •    Sekam                                                                      secukupnya
  •   Air                                                                            secukupnya
  •  Alat tulis                
  •                                       
III. D.   CARA KERJA
1.     Lubangi wadah dengan menggunakan paku yang telah disediakan.
2.    Tanamlah 5-6 biji kacang hijau dalam masing-masing wadah. Berikanlah label pada ke-empat wadah tersebut, masing-masing wadah 1, 11, A, dan B.
3.    Letakkan wadah-wadah yang telah berisi kacang hijau tersebut di tempat terkena matahari yang cukup, tempat yang kering dan siramlah setiap hari selama 6 hari.
4.    Jika biji telah tumbuh, ukurlah panjang batang (tinggi kecambah) dari kedua tanaman di wadah berbeda tersebut. Pengukuran dimulai dari permukaan tanah hingga ujung batang.
5.    Lakukan pengukuran tersebut setiap hari selama 6 hari.
6.    Tuliskan hasil pengamatanmu dalam tabel pengamatan.
7.    Hitunglah rata-rata tinggi kecambah per-hari untuk kedua percobaan tersebut. Di hari ke-enam, hitunglah rata-rata tinggi kecambah secara keseluruhan untuk setiap percobaan.
8.    Buatlah kesimpulan tentang kecepatan tumbuh kembang kecambah pada tempat yang berbeda jenis media tanamnya.


III. E.   POPULASI DAN SAMPEL
Dalam satu wadah berisikan 6 biji kecambah kacang hijau.
Dan sebagai sameplnya yaitu 5 biji dari populasi di atas.

III. F.   VARIABEL
Variabel bebas
 1)Media tanam sekam padi dan media tanam tanah

 • Variabel Kontrol
1) Cahaya matahari yang intensitasnya sama
2) Suhu sama
3) Pemberian ais yang intensitasnya sama
4) kecambah kacang hijau

Variabel Terikat
ü  Hasil pertumbuhan akar
ü   Batang
ü  warna daun kecambah kacang hijau.

HASIL DAN  PEMBAHASAN

IV. A.    HASIL PENGAMATAN
Dari hasil pengamatan selama 6 hari.  Dalam praktikum dasar-dasar organisasi ini telah didapat data mengenai pengamatan tinggi, dan keadaan tanaman kacang hijau. Ke-semua data tersebut disajikan dalam bentuk table.

Tabel I. Pertumbuhan kecambah dalam media tanah.
 
Tanggal
Tinggi kecambah dalam mm (millimeter)
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
26/07/09
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
27/07/09
15
14
13,5
12
9
10
16
10
5
5
23.1
28/07/09
60
41
37
35
20
30
80
20
23
15
36,1
29/07/09
123
90
54
78
47
70
145
37
55
46
84.5
30/07/09
173
127
99
100
95
130
183
49
103
91
115
31/07/09
189
135
125
132
120
145
195
63
137
123
136,4
Rata-rata
93,3
67,8
54,7
59,5
48,5
64,2
103,1
28,8
53,8
46,7


Tabel II. Pertumbuhan kecambah dalam  media sekam.

Tanggal
Tinggi kecambah dalam mm (millimeter)
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
26/07/09
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
27/07/09
3
3
0
8
10
12
12,5
11
5
6
7,05
28/07/09
10
11
8
12
14
38
67
35
11
14
22
29/07/09
17
20
15
20
49
88
120
73
22
38
46,2
30/07/09
55
60
25
67
90
135
160
130
50
76
84,8
31/07/09
71
85
63
75
120
165
173
147
83
83
106,5
Rata-rata
26
29,8
18,5
30,3
47,2
73
88,7
66
28,5
36,2

IV. B.    PEMBAHASAN

Dari table pengamatan diatas dapat kita lihat bahwa pertumbuhan tanaman kacang hijau pada media tanam tanah lebih cepat dari pada pertumbuhan tanaman kacang hijau pada media tanam sekam padi. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan tinggi batang yang cukup kontras yang tersaji pada table diatas.

Pada media tanam tanah pertumbuhan tinggi batang mulai melejit pada hari ke 4 yaitu rata-rata tinggi tanaman berubah dari 36,1mm berubah menjadi 84,5 mm, terjadi pelonjakan yang sangat banyak dari hari sebelumnya. Sedangkan pada media sekam baru terjadi pelonjakan yang kontras pada hari-hari terakhir yaitu pada hri ke 5.

Perbedaan tinggi tanaman ini disebabkan oleh nutrisi yang tersedia dalam media tanamnya. Media tanah mengandung unsur hara yang lengkap, sehingga baik untuk pertumbuhan tinggi tanaman. Sedangkan media sekam kurang akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sebagai penopang pertumbuhannya.

Perbedaan juga diperlihatkan oleh warna pada daun. Warna daun yapada media tanah sedikit lebih cerah dibandingkan pada warna daun pada media sekam.

Walaupun pada media tanah tanaman mengalami pertumbuhan batang yang sangat baik, tapi karna struktur molekulnya yang begitu padat sehingga pertumbuhan akar pada media ini mengalamai hambatan. Berbeda lagi dengan sekam, karna strukturnya yang agak renggang pertumbuhan akar pada media ini lebih baik dari media tanah.

Sedangkan perbedaan tinggi yang terjadi pada setiap kecambah dalam satu media, kemungkinan dipengaruhi oleh cadangan makanan yang tersimpan dalam biji yang berbeda. Kerena sebelum biji berkecambah, ia akan bergantung terlebih dahulu pada cadangan makanan(karbohidrat, lemak, protein dan mineral) yang disedialkan biji(kotil) baru setelah berkecambah ia akan bergantung pada unsu-unsur hara yang disediakan oleh media tanamnya. Setelah itu tergantung lagi bagaimana persaingan setiap kecambah dalam memperoleh makanannya dalam satu media tanam.

PENUTUP

IV. A.    KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang kami lakukan bahwa media tanam tanah masih lebih baik dijadikan sebagai media tanam daripada media sekam. Karana pada media tanah pertumbuhan batang dan daun kecamabah lebih baik daripada media sekam. Tapi media sekam justru baik dalam pertumbuhan akar kecambah dikarenakan struktur molekulnya yang agak renggang. Tapi pada media tanah sebaliknya.
Tiap media tanam pasti memiliki kelebihan dan kekurangan bagi pertumbuhan tanaman. Hasil yang baik tergantung dari cara merawat tanaman tersebut sesuai dengan media tanam yang dipergunakan.


IV. B.    SARAN

Sebaiknya pembuatan makalah ini waktunya diperpanjang sehingga penulis memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas demi kesempurnaan makalah kami.


DAFTAR PUSTAKA


Budiyati, H. S., Arifin, N. Anshori. 1994. Pengaruh beberapa media tanam dan jenis waktu pemberian air pada saat penyampaian terhadap bibit anggrek Dendrobium. Buletin Agronomi 15 (3) : 61-75.

Sumiarsih, N., Setyawati, N., Wandyatmoko, J. 1999. Pengaruh media terhadap pertumbuhan setek buluh bambu kuning. Duta Farming 17 (3) : 2 – 4

Widarto, L. 1996. Perbanyakan Tanaman Dengan Biji, stek, Cangkok, Sambung, Okulasi dan Kultur Jaringan. Kanisius. Yogyakarta

S, H. Soeprapto.1993. Bertanam Kacang Hijau. Penebar Swadaya : Jakarta.
Tjirosoepomo, Gembong. 2004. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

1 komentar:

  1. ijin copy latar belakang ya neng :D
    kebetulan dapat miniriset tentang ini.thanks brow

    BalasHapus